Ajengan Haji Muhammad Yusuf

Ajengan Haji Muhammad Yusuf

Ajengan Haji Muhammad Yusuf Hasyim merupakan salah satu malim besar di Indonesia. Beliau tercantum di golongan Nahdlatul Malim terkhusus di Madrasah Tebuireng. Beliau merupakan putra dari Ajengan Hasyim Asyari yang pula diketahui selaku pejuang bangsa buat melawan kolonialisme yang bercokol di Indonesia.

Yusuf Hasyim ialah salah satu putra yang meneruskan kepemimpinan Madrasah Tebuireng begitu juga dibuat oleh Ajengan Hasyim Asyari. Yusuf Hasyim meneruskan kepemimpinan Madrasah Tebuireng mengambil alih kakaknya Ajengan Abdul Choliq Hasyim sebab tewas pada tahun 1965.

Sepanjang mengetuai Tebuireng, Ajengan Yusuf Hasyim memperjuangkan independensi pesantren

serta memperjuangkan pembelajaran ekonomis untuk seluruh golongan. Semacam yang dipaparkan dalam novel,” Pahlawan- Pahlawan Bangsa yang Terabaikan,” karangan Johan Prasetya, Ajengan Yusuf mengetuai Madrasah Tebuireng sepanjang 41 Tahun( 1965- 2006).

Ajengan Yusuf Hasyim lahir pada 3 Agustus 1929, semenjak kecil beliau memperoleh pelajaran agama langsung dari bapaknya serta menghabiskan waktunya di area madrasah. Beliau pula banyak berlatih membaca al- Quran serta menghafalnya.

Ajengan Haji Muhammad Yusuf

Sehabis dewasa 12 tahun, Yusuf Hasyim mondok di Madrasah al- Quran Sedayu Lawas, Gresik, setelah itu alih ke Madrasah Krapyak, Yogyakarta. Sehabis itu, beliau pula luang menuntut ilmu di Gontor, Ponorogo. Pada umur 16 tahun, Ajengan Yusuf Hasyim telah turun ke area peperangan serta berasosiasi dengan Pasukan Hizbullah pada dini tahun 1945 di era pendudukan Jepang. Sampai kesimpulannya beliau tersaring selaku Panglima Kompi Pasukan Hizbullah Jombang. Ajengan Yusuf Hasyim bersama dengan pasukannya luang melaksanakan gerilya dalam mengalami gerombolan Van Der Plass.

Durasi Kesatu Menteri Muhammad Hatta melaksanakan rasionalisasi serta strukturisasi Tentara Nasional Indonesia(TNI), Ajengan Yusuf Hasyim masuk dalam biro Tentara Nasional Indonesia(TNI) serta memperoleh jenjang Letnan Satu di dasar Arahan Letkol Munasir.

Sehabis kegiatan Yusuf Hasyim tidak terletak di angkatan lagi, beliau mengawali kariernya di kancah politik. Kariernya berasal kala jadi delegasi Sekretaris Jenderal di Angkatan Pensiunan Republik Indonesia( LVRI). Kala terjalin perampasan tanah yang banyak dicoba oleh badan PKI, NU membuat Barisan Serba Untuk( Banser) buat mengimbangi kelakuan PKI serta Ajengan Yusuf Hasyim ditunjuk selaku komandannya.

Karir politik Ajengan Yusuf Hasyim kian berkilau pada tahun 1967. Beliau jadi delegasi orang kala terjalin penyegaran keahlian Badan Perwakilan Orang Memikul Royong( DPRGR). Ajengan Yusuf pula sempat jadi badan DPR RI Bagian Aliansi Pembangunan( FPP) dekat tahun 1965. Pada tahun 2006, Ajengan Yusuf Hasyim memberikan berantai kepemimpinan Madrasah Tebuireng ke Ir. H. Salahuddin Satu berlaku seperti keponakannya. 9 tahun setelah itu, Ajengan Yusuf Hasyim tewas bumi pas 14 Januari 2007 sehabis sebagian hari dirawat di rumah sakit. Berikutnya jenazah Ajengan Yusuf Hasyim dimakamkan di lingkungan penguburan keluarga Madrasah Tebuireng.

Situs berita terbaru di indonesia klik => farel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *